Duka Kebakaran Tenggarong: Ustad Hamri Menyusul Kedua Buah Hatinya

TENGGARONG-Hamri Noor (42) atau Ustadz Hamri akhirnya meninggal dunia pada Rabu (14/10/2026) sekitar pukul 20.40 Wita.

Guru agama warga Jalan Kartini Gang Karya Kelurahan Loa Ipuh Kecamatan Tenggarong Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) Provinsi Kalimantan Timur ini meninggal dunia saat menjalani perawatan intensif di RSUD Aji Muhammad Parikesit akibat luka bakar lebih dari 75 persen.

Pengajar Pondok Pesantren Karya Pembangunan (PPKP) Ribathul Khail Tenggarong ini  menyusul dua putranya Ahmad Ali Maulidya (7) dan Husin Taufiqqurahman (3), yang juga menjadi korban kebakaran di tempat tinggal mereka pada Selasa (13/10/2026)

Hamdi menderita luka bakar saat berupaya menyelamatkan kedua anaknya dari kobaran api.

Namun ternyata nyawa mereka tidak selamat.

Selain tiga korban jiwa, kebakaran menghanguskan 11 rumah

Direktur RSUD Aji Muhammad Parikesit, dr. Mauritz Silalahi, menjelaskan, sejak tiba di rumah sakit, Hamri langsung mendapatkan penanganan intensif. 

Namun, kondisi korban tergolong berat karena luka bakar yang dialaminya cukup luas.

“Kondisinya berat. Tadi sudah dipasang alat bantu pernapasan. Namun, kondisinya terus mengalami perburukan hingga akhirnya meninggal dunia hari ini,” ujarnya.

Mauritz juga menerangkan Hamri direncanakan menjalani tindakan pembersihan luka pada Rabu sekitar pukul 12.00 Wita. 

Namun, tindakan tersebut tidak dapat dilakukan melalui prosedur operasi karena kondisi klinis pasien tidak memungkinkan untuk menjalani pembiusan.

Saat kejadian Ali dan adiknya, Husin, terperangkap kobaran api dalam rumah.

Sang ayah, Hamri, pun berusaha menyelamatkan dua buah hatinya.

Kapolsek Tenggaron, AKP Nahrawi menerangkan berdasar pengumpulan bahan dan keterangan (pulbaket) di lokasi kejadian, api diduga muncul akibat korsleting di rumah Hamri.

Demikian pula keterangan saksi mata, Basuki (57), yang terbangun setelah mendengar teriakan tetangga.

Di saat bersamaan, istri Hamri, Maratus Salehah, histeris meminta pertolongan karena kedua buah hatinya masih berada di dalam kamar. 

Hamri lantas menerobos kobaran api untuk menyelamatkan kedua anaknya, namun usahanya gagal lantaran api menjalar begitu cepat pada bangunan yang mayoritas berkonstruksi kayu.

Hamri akhirnya keluar dalam kondisi tubuh terbakar.

Kepanikan sempat meluas lantaran api dengan cepat merembet ke puluhan pintu bangunan di sekitarnya, termasuk bangunan asrama/rumah singgah Kecamatan Tabang dan sejumlah bangsal sewaan.

Amukan si jago merah baru berhasil dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 01.35 WITA berkat kerja keras jajaran Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmatan) Kukar yang dibantu puluhan relawan.

Proses pencarian kedua bocah yang terjebak terus dilakukan di antara puing-puing bangunan. 

Pada pukul 03.28 W, jasad Ali dan Husin berhasil ditemukan. (*)

Avatar photo

Reporter Prespektif

Reporter Perspektif.info

Penulis Perspektif.info yang berfokus pada perkembangan daerah di Kalimantan Timur, mulai dari kebijakan pemerintah hingga dinamika sosial masyarakat.