
TENGGARONG-Upaya peningkatan kualitas pelayanan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) di wilayah Kutai Kartanegara (Kukar) terus dilakukan. Salah satunya melalui strategi unik yang diinisiasi Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar, yaitu dengan menggelar lomba antar posyandu sebagai bentuk monitoring dan evaluasi.
Kegiatan ini dirancang untuk melibatkan seluruh posyandu aktif yang tersebar di Kukar. Tujuannya bukan sekadar mencari pemenang, melainkan sebagai ajang untuk melihat langsung kinerja para kader dalam menjalankan peran mereka di tengah masyarakat.
“Fungsinya lomba ini bukan untuk melihat baik dan buruknya tapi bagian dari salah satu strategi monitoring dan evaluasi kami terhadap kegiatan posyandu,” ujar Kepala DPMD Kukar, Arianto, Sabtu (4/5/2025).
Arianto menyebutkan, para peserta terbaik dari lomba tingkat kabupaten nantinya akan dikirim untuk mewakili Kukar di ajang perlombaan tingkat Provinsi Kalimantan Timur. Namun hingga kini, pihaknya belum menerima informasi resmi mengenai jadwal penyelenggaraan di tingkat provinsi.
“Belum ada jadwal pastinya sih. Tapi intinya kalau kita sudah dapat juaranya di kabupaten itu yang akan kita kirim di provinsi,” tambahnya.
Sejauh ini, Kukar memiliki 819 posyandu aktif, masing-masing didukung oleh lima kader. Para kader ini memiliki peran penting sebagai garda terdepan dalam pelayanan kesehatan masyarakat di tingkat desa dan kelurahan.
Namun dalam praktiknya, upaya peningkatan kapasitas kader posyandu masih menghadapi tantangan, terutama karena keterbatasan anggaran. Saat ini, DPMD Kukar hanya mampu memberikan pelatihan bagi tiga kader di setiap posyandu.
“Kalau nggak ada efisiensi saya yakin dua orang lainnya sudah terlatih karena mereka sudah paham tugas dan fungsinya,” terang Arianto.
Materi pelatihan yang diberikan mencakup edukasi kesehatan, teknik penanganan pasien, proses pendataan, serta kemampuan dalam memberikan penyuluhan kepada masyarakat. Selain itu, kader juga dibekali pemahaman mengenai pemberian makanan tambahan yang bergizi sebagai bagian dari upaya peningkatan gizi masyarakat.
“Semuanya ini kita lakukan dalam rangka meningkatkan kualitas posyandu khususnya bagi para kader sebagai ujung pelayanan kesehatan di tingkat desa dan kelurahan,” tutup Arianto. (adv/mti)



