Kebakaran Gambut 311 Hektare di Pendingin, Tim Gabungan Blokade Api Agar Tak Dekati Permukiman

KUTAI KARTANEGARA — Tim tanggap darurat gabungan terus berjibaku memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan gambut seluas 311 hektare di Kelurahan Pendingin, Kecamatan Sanga-Sanga, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Kebakaran yang telah berlangsung lebih dari 13 hari menjadi perhatian serius karena api menjalar di bawah permukaan gambut dan lokasinya berada tidak jauh dari permukiman warga.

Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Kukar, Syaiful Muhammady, mengatakan strategi utama yang dilakukan saat ini adalah membuat blokade untuk menghentikan rambatan api agar tidak mendekati kawasan permukiman.

“Fokus utama kami saat ini adalah menerapkan sistem blokade secara terukur untuk memutus rambatan api agar tidak semakin mendekati area tempat tinggal masyarakat,” kata Syaiful di Kutai Kartanegara, Rabu (26/8).

Penanganan dilakukan secara lintas sektor dengan melibatkan BPBD, Manggala Agni, Polri, TNI, unsur pemadam kebakaran, Masyarakat Peduli Api, serta relawan pemadam kebakaran setempat.

Keterbatasan personel juga menjadi tantangan. Sebanyak 18 personel tanggap darurat BPBD tingkat kabupaten harus membagi pengawasan ke sejumlah wilayah lain yang turut berisiko mengalami karhutla, di antaranya Muara Muntai, Marangkayu, dan Muara Badak.

Di lapangan, petugas menghadapi medan yang sulit dijangkau serta keterbatasan sumber air akibat musim kemarau panjang. Sejumlah sungai kecil mengalami kekeringan sehingga pasokan air menjadi salah satu kendala utama pemadaman.

Untuk mengatasinya, tim memanfaatkan sumber air dari Sungai Sanga-Sanga yang kemudian didistribusikan secara berkelanjutan dengan dukungan perusahaan setempat.

BPBD Kukar juga mengerahkan tiga kendaraan operasional dan sejumlah mesin pompa air portabel untuk membasahi kawasan gambut yang terbakar.

Menurut Syaiful, pemadaman karhutla di lahan gambut membutuhkan penggenangan agar bara api di bawah permukaan benar-benar padam. Karena itu, hujan alami maupun dukungan operasi modifikasi cuaca dinilai sangat dibutuhkan.

Kondisi tersebut menjadi bagian dari peningkatan kewaspadaan menghadapi cuaca ekstrem dan potensi karhutla di Kalimantan Timur.

Berdasarkan laporan BMKG, sebanyak 13.544 titik panas terdeteksi di Kalimantan Timur sepanjang 1–24 Agustus 2026.

Dengan kondisi tersebut, sinergi antarlembaga dan kesiapsiagaan masyarakat menjadi faktor penting untuk mencegah kebakaran meluas, terutama di kawasan gambut yang berdekatan dengan permukiman warga.

Avatar photo

Reporter Prespektif

Reporter Perspektif.info

Penulis Perspektif.info yang berfokus pada perkembangan daerah di Kalimantan Timur, mulai dari kebijakan pemerintah hingga dinamika sosial masyarakat.