
JAKARTA-Uji Kompetensi Wartawan (UKW) menjadi momentum penting bagi wartawan untuk mengukur dan meningkatkan profesionalisme. Inspirasi itu tercermin dalam pelaksanaan UKW Angkatan 18 yang diselenggarakan Lembaga UKW Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ).
UKW berlangsung selama dua hari, Sabtu–Ahad, 31 Januari–1 Februari 2026, bertempat di Gedung Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DKI Jakarta. Kegiatan ini diikuti 24 wartawan dari berbagai media dan wilayah di Indonesia.
Salah satu peserta yang menyita perhatian adalah Joko Sumpeno (70), wartawan senior dari Linanews.com dan Jakartamu.com. Joko tercatat sebagai peserta tertua dalam UKW Angkatan 18. Ia mengikuti UKW jenjang muda dengan penuh keseriusan. Pada hari pertama, Joko bahkan tampak tidak meninggalkan ruang ujian saat jam makan siang demi menyelesaikan seluruh tahapan ujian.
Joko mengaku telah menekuni profesi wartawan sejak 1988 dan pernah bergabung di Forum Keadilan. Keputusannya mengikuti UKW di usia 70 tahun dilandasi niat sederhana namun bermakna.
“Selain saya hobi menulis sejak kecil, mengikuti UKW di usia 70 tahun adalah karunia dari Allah. Saya merasa masih ada yang perlu disampaikan lewat tulisan,” ujarnya.
Dari UKW ini, Joko mendapatkan pelajaran penting terkait adaptasi terhadap perkembangan teknologi. Meski mengaku tertatih-tatih, ia berusaha membuka wawasan baru, termasuk memanfaatkan media sosial sebagai sarana penyebaran informasi.
“Kemajuan teknologi adalah keniscayaan yang harus dimanfaatkan agar informasi lebih cepat, tapi harus tetap berimbang. Wartawan tidak bisa menulis sembarangan sesuai keinginan,” tegasnya.
Menurut Joko, UKW sangat penting diikuti wartawan untuk mengukur kompetensi sekaligus menjaga kualitas produk jurnalistik. Ia menekankan pentingnya kepekaan sosial dalam menulis berita.
“Wartawan harus dilatih agar tulisannya tidak asal-asalan, terutama jika menyangkut kepentingan orang lain, kelompok rentan seperti anak-anak dan perempuan,” tuturnya.
Testimoni juga datang dari peserta lain, Genta Tenri, satu-satunya wartawan perempuan pada UKW Angkatan 18. Ia mengikuti UKW jenjang madya bersama tiga peserta lainnya.
“Saya pikir akan lebih mudah karena sudah pernah ikut UKW jenjang muda, ternyata tingkat kesulitannya sama, apalagi dibanding jenjang utama. Alhamdulillah semuanya lancar. Terima kasih kepada penyelenggara,” ungkapnya.
Sementara itu, peserta jenjang utama, Dimas Rayndi, mengaku memperoleh banyak ilmu dan wawasan baru dari para penguji yang merupakan wartawan berpengalaman, baik nasional maupun internasional.
Adapun penguji UKW Angkatan 18 Jakarta terdiri dari Dr. Asep Setiawan, MA (mantan aktif di Metro TV dan BBC London), Dony Kurniawan, MI.Kom (mantan aktif di SCTV), Hiru Rhamawan, MI.Kom (mantan aktif di Republika), Dr. Retno Intani (mantan aktif di TVRI dan TVMu), serta Dr. Wahyudi M Pratopo (mantan aktif di The Jakarta Post dan Tempo).
Pelaksanaan UKW Angkatan 18 Jakarta ini menjadi penutup rangkaian kegiatan yang diselenggarakan atas kerja sama LUKW UMJ dengan Linanews.com dan Jakartamu.com. Pada UKW Angkatan 18, sebanyak 23 peserta dinyatakan kompeten sesuai jenjang yang diikuti. (redaksi)



