Tim Gabungan Padamkan Karhutla 2,5 Hektare di Blok Gambut PT JMS di Muara Muntai

KUTAI KARTANEGARA-Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) seluas sekitar 2,5 hektare melanda area Blok F 51–54 Trambesi Estate PT Jaya Mandiri Sukses, Desa Muara Leka, Kecamatan Muara Muntai, Kutai Kartanegara, Kamis (27/8/2026). Kondisi lahan yang didominasi gambut dan semak belukar membuat tim gabungan harus bekerja ekstra untuk mencegah api merembet ke area lain.

Tim gabungan berhasil memadamkan kebakaran yang terjadi di area Blok F 51–54 Trambesi Estate PT Jaya Mandiri Sukses, Desa Muara Leka, Kamis (27/8/2026).

Kebakaran mulai ditangani sekitar pukul 13.00 WITA. Api membakar lahan gambut dan semak belukar dengan luas area terdampak diperkirakan mencapai 2,5 hektare.

Penanganan Karhutla melibatkan personel gabungan dari berbagai unsur. Di antaranya 10 personel Polsek Muara Muntai, 10 personel Satbrimob Polda Kaltim Batalyon C Pelopor Kompi 1, lima personel Koramil 0906-10 Muara Muntai, 10 personel Linmas dan relawan Damkar, lima petugas Damkar Desa Muara Leka, serta sekitar 70 relawan dan karyawan PT Jaya Mandiri Sukses.

Kapolsek Muara Muntai IPTU Jaelani memimpin langsung proses pemadaman di lapangan. Tim didukung satu unit mobil pemadam kebakaran, empat unit tangki air, empat Alkon besar, 16 Alkon kecil, tiga kendaraan Hilux, serta dua kendaraan DT.

Petugas berjibaku melakukan penyemprotan secara intensif pada titik-titik api, khususnya di kawasan yang terdapat lahan gambut dan semak belukar. Upaya tersebut dilakukan untuk memutus pergerakan api agar tidak meluas ke area lainnya.

“Penanganan kami lakukan secara bersama-sama dengan seluruh unsur yang terlibat. Fokus utama adalah memutus penyebaran api, kemudian melakukan pendinginan dan penyisiran untuk memastikan tidak ada lagi bara maupun titik panas,” ujar IPTU Jaelani.

Berkat kerja sama dan respons cepat seluruh personel di lapangan, kobaran api berhasil dipadamkan sekitar pukul 18.20 WITA. Meski api telah berhasil dikendalikan, petugas tetap melakukan pemantauan guna mengantisipasi munculnya kembali titik api, mengingat kondisi lahan gambut berpotensi menyimpan bara di bawah permukaan.

IPTU Jaelani mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi Karhutla, terutama saat kondisi cuaca panas dan kering.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Jika menemukan adanya titik api atau asap, segera laporkan kepada petugas agar dapat ditangani secepat mungkin,” tegasnya.

Menurutnya, pencegahan dan penanganan Karhutla membutuhkan kepedulian serta kerja sama semua pihak. Respons cepat menjadi hal penting untuk mencegah kebakaran meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar.

“Sinergi seluruh unsur menjadi kunci dalam penanganan Karhutla. Dengan respons cepat dan kerja sama di lapangan, kebakaran dapat segera dikendalikan sehingga keselamatan masyarakat dan kelestarian lingkungan tetap terjaga,” pungkas Jaelani.

Polsek Muara Kaman

Avatar photo

Reporter Prespektif

Reporter Perspektif.info

Penulis Perspektif.info yang berfokus pada perkembangan daerah di Kalimantan Timur, mulai dari kebijakan pemerintah hingga dinamika sosial masyarakat.