DPRD Kukar “Maunya” Pertumbuhan Ekonomi 6-7 Persen, Tapi?

Mayoritas Perekonomian Sektor Pertambangan (59,8 %) Diekspor Ke Pasar Global (Kukar Dipengaruhi Perekonomian Global)

foto : Ketua DPRD Kukar Abdul Rasyid

PERSPEKTIF.INFO (TENGGARONG) – Ketua DPRD Kutai Kartanegara Abdul Rasyid, menilai bahwa RAPBD 2024 didesain dengan optimis dan sangat terukur. Terlebih, angka-angka yang disampaikan merupakan titik tengah yang mengakomodasi keinginan DPRD dan Pemerintah Kukar. ”Sebetulnya pemerintah dan DPRD mencari titik keseimbangan, karena kalau DPRD maunya tinggi, kan, enam atau tujuh (persen untuk pertumbuhan ekonomi). Tapi, kan, kita lihat kondisi dan situasi, kalau forecasting kita terlalu jauh nanti,” ucap politisi Golkar ini.

Jadi Rasyid kira mediumlah. ia melihat kondisi ekonomi Kukar masih berada pada posisi yang baik. Hal itu tercermin pada Rencana Kerja Perangkat Daerah (RKPD) Kabupaten Kutai Kartanegara Tahun 2024 merupakan dokumen perencanaan tahunan yang berisi penjabaran visi, misi dan kebijakan Bupati Kutai Kartanegara yang penyusunannya merujuk pada RPJMD Kabupaten Kutai Kartanegara Tahun 2021 – 2026, namun pada 2020 terjadi kontraksi pertumbuhan ekonomi sebesar -4,44 persen. “Seiring pemulihan perekonomian Nasional yang diikuti oleh berbagai upaya pemulihan perekonomian Kabupaten Kutai Kartanegara, maka pada tahun 2021 Laju Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Kutai Kartanegara tumbuh sebesar 2,67 persen. Artinya kita masih mencapai titik yang bagus,” ujarnya Rasyid.

Untuk diketahui, perekonomian Kabupaten Kutai Kartanegara sampai saat ini masih sangat bergantung pada sektor pertambangan yang mayoritas diekspor ke pasar global. “Hal ini menyebabkan perekonomian Kabupaten Kutai Kartanegara secara umum dipengaruhi oleh perekonomian global,” tambah Rasyid.

Secara umum, perekonomian Kutai Kartanegara yang diukur berdasarkan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar konstan pada tahun 2019 sebesar Rp. 126.160.167,12 (juta). Performa perekonomian yang mulai menguat saat ini diharapkan menjadi pijakan bagi stailitas perekonomian Kutai Kartanegara pasca Pandemi COVID-19.

Berdasarkan data realisasi tahun 2020, Ada empat sektor dominan yang berpengaruh tinggi terhadap PDRB dengan migas pada tahun 2020 yaitu sektor Pertambangan (berperan 59,81 persen terhadap perekonomi Kutai Kartanegara), sektor Pertanian, Peternakan, Kehutanan & Perikanan (14,92 persen), sektor Konstruksi (8,56 persen) dan sektor industri pengolahan (4,49 persen). Sedangkan sektor-sektor yang lain secara keseluruhan berperan sebesar 12,22 persen terhadap perekonomian Kutai Kartanegara.

Sedangkan jika dihitung dengan mengeluarkan sektor pertambangan dan penggalian, maka pertumbuhan PDRB Kabupaten Kutai Kartanegara justru semakin rendah. Hal ini menunjukkan bahwa sektor pertambangan dan penggalian merupakan sektor yang mempunyai keterkaitan erat baik keterkaitan ke depan maupun ke belakang. (adv)

Avatar photo

Reporter Prespektif

Reporter Perspektif.info

Penulis Perspektif.info yang berfokus pada perkembangan daerah di Kalimantan Timur, mulai dari kebijakan pemerintah hingga dinamika sosial masyarakat.