
TENGGARONG — Suasana Pantai Biru Kersik kian ramai setiap akhir pekan. Ratusan pengunjung berdatangan, membuat kawasan pesisir di Desa Kersik, Kecamatan Marangkayu, itu menjadi salah satu magnet wisata baru di Kutai Kartanegara. Melihat geliat tersebut, pemerintah desa kini tancap gas memperkuat pembangunan fasilitas dan melibatkan warga dalam pengelolaannya.
Dorongan pengembangan wisata makin kuat setelah Pantai Biru Kersik berhasil menembus peringkat empat pada ajang destinasi wisata berbasis masyarakat tingkat provinsi. Prestasi itu dianggap menjadi bukti bahwa potensi wisata desa mampu bersaing dan layak dikembangkan lebih jauh.
“Bagi kami, ini bukan sekadar penghargaan. Ini tanda bahwa masyarakat sudah mulai melihat Kersik sebagai tujuan wisata. Jadi kami harus bergerak lebih serius,” ujar Kepala Desa Kersik, Jumadi, saat ditemui melalui sambungan WhatsApp, Sabtu (15/11/2025).
Salah satu area yang kini menjadi pusat perhatian wisatawan adalah Taman Cemara. Ruang terbuka ini didesain sebagai tempat rekreasi keluarga, lengkap dengan area berkemah, gazebo, spot bersantai, dan kafe yang menyajikan makanan serta minuman. Konsep yang ramah keluarga membuat banyak pengunjung memilih menghabiskan waktu seharian di kawasan pantai.
“Pengunjung ingin kenyamanan. Karena itu, kami ciptakan ruang yang bukan hanya untuk swafoto, tapi benar-benar bisa dipakai beraktivitas,” kata Jumadi.
Selain pengembangan fasilitas rekreasi, pemerintah desa juga melakukan pembenahan besar seperti perbaikan akses jalan, penambahan tempat duduk, dan peningkatan standar kebersihan lingkungan. Tujuannya membangun kawasan wisata yang rapi, aman, dan siap menyambut lebih banyak pengunjung pada tahun 2025.
Pembangunan infrastruktur wisata di Desa Kersik tidak hanya mengandalkan dana desa. Dukungan CSR perusahaan, terutama dari PHKT, turut menjadi penggerak utama sejumlah pembangunan.
“Kami berada di ring 1 PHKT, jadi mereka memberi perhatian melalui program CSR. Itu sangat membantu mempercepat pembangunan fasilitas,” jelas Jumadi.
Pemerintah daerah melalui berbagai OPD juga ikut mendorong pengembangan wisata. Kolaborasi lintas pihak ini membuat beberapa fasilitas yang sebelumnya sulit terwujud kini sudah bisa dinikmati masyarakat.
Pengembangan wisata tidak hanya meningkatkan daya tarik desa, tetapi juga membuka peluang usaha bagi warga setempat. Banyak di antara mereka kini mengelola warung, menyewakan tenda, membuka jasa parkir, hingga menyediakan perlengkapan wisata.
“Kami ingin wisata ini memberi manfaat langsung. Bukan hanya jadi tempat hiburan, tapi juga penggerak ekonomi warga,” tegas Jumadi.
Dengan semakin lengkapnya fasilitas dan semakin banyaknya warga yang terlibat, Jumadi berharap Pantai Biru Kersik dapat tumbuh menjadi ikon wisata unggulan Kecamatan Marangkayu.
“Harapan kami sederhana: Pantai Biru Kersik dikelola bersama, dinikmati bersama, dan membawa kebaikan buat semua,” pungkasnya. (adv)


