
TENGGARONG – Mantan Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Rita Widyasari, angkat bicara mengenai jalannya persidangan kasus yang menjeratnya. Dalam sebuah wawancara saat menyambangi kediamannya di Jalan K Dewantara Tenggarong pada Jumat 12 Juni 2026, Rita mengungkapkan kekecewaannya dan mempertanyakan keadilan hukum terkait status hukum sejumlah pihak yang terlibat dalam perkara tersebut.
Rita menyoroti keberadaan “Tim 11” yang sempat dihadirkan dan disebut dalam persidangan pertama. Ia menjelaskan bahwa nama Junaidi dan Khairuddin disebut sebagai bagian dari tim tersebut. Namun, Rita merasa ada ketimpangan karena Khairuddin dan dirinya ditetapkan sebagai terdakwa, sementara Junaidi tidak menyandang status tersangka.
”Tapi Junaidi tidak tersangka, Khairuddin menjadi terdakwa,” ujar Rita kepada awak media.
Lebih lanjut, Rita membantah keras tuduhan bahwa dirinya menerima aliran dana dari para pengusaha melalui perantara Khairuddin maupun Junaidi. Menurutnya, keterangan di persidangan menyebutkan bahwa uang dari para pengusaha memang diberikan kepada Khairuddin dan Junaidi, namun uang tersebut tidak pernah sampai ke tangannya.
”Semua saksi dari pengusaha yang hadir bilang uang diberikan kepada Khairuddin, diberikan kepada Junaidi. Tapi dua-duanya itu mengatakan tidak memberikan kepada saya. Tidak ada satu pun pengusaha maupun Khairuddin, Junaidi, memberikan kepada saya,” tegasnya.

Pertanyakan Sisa Dana Rp110 Miliar
Selain masalah status hukum Junaidi, Rita juga mempertanyakan kejelasan total aliran dana dalam kasus ini yang disebut-sebut mencapai Rp110 miliar. Ia merasa tidak adil jika tuduhan pemakaian dana yang besar tersebut seolah-olah dibebankan kepada pihak tertentu saja, sementara nominal yang terbukti di persidangan jauh lebih kecil.
Rita mencontohkan almarhum “Abun” (salah satu pihak terkait) yang disebut hanya menerima sekitar Rp6 miliar. Ia pun mempertanyakan keberadaan sisa dana yang jumlahnya sangat besar tersebut.
”Itu masa cuma enggak adilnya, kenapa Junaidi itu enggak dipenjara? Padahal dia juga menerima. Terus kenapa kalau cuma Abun doang yang menerima Rp 6 miliar itu, yang lainnya? … Kan ada Rp110 miliar tuh, Abun cuma Rp6 miliar, sisanya yang mana yang ngasih?” pungkas Rita sebelum menyudahi wawancara. (iq)



