
TENGGARONG – Upaya menekan angka stunting di Desa Sumber Sari, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, kini memasuki fase yang lebih terstruktur. Pemerintah desa menempatkan layanan Posyandu sebagai pusat penggerak utama, dengan penguatan fasilitas, tenaga kesehatan, hingga pendampingan kader secara berkelanjutan.
Kepala Desa Sumber Sari, Sutarno, mengatakan bahwa sektor kesehatan menjadi salah satu bidang yang paling tertata dalam beberapa tahun terakhir. Hingga pertengahan 2025, desa tersebut telah memiliki empat Posyandu aktif yang dinilai mampu melayani warga di tiap dusun.
“Fasilitas kesehatan kami sekarang jauh lebih lengkap. Ada empat Posyandu yang aktif dan layak, ditambah Busban dari dinas kesehatan serta satu bidan dan satu perawat yang bertugas di sini,” ujarnya, Jumat (7/11/2025).
Menurutnya, pembangunan dan peningkatan fasilitas Posyandu dilakukan langsung melalui alokasi Dana Desa sebagai bentuk komitmen agar layanan kesehatan dasar ibu dan anak benar-benar menjangkau seluruh masyarakat.
Langkah ini diperkuat dengan peran kader kesehatan yang menjadi garda terdepan pencegahan stunting. Mereka rutin mendampingi ibu hamil, memantau balita, hingga memberikan penyuluhan terkait gizi dan pola asuh.
“Kader kami bekerja luar biasa. Mereka turun langsung ke lapangan untuk memastikan setiap anak mendapatkan perhatian gizi dan tumbuh kembang yang sesuai,” jelasnya.
Hasil dari serangkaian program tersebut mulai terlihat. Sutarno menyebut kasus gizi buruk di Sumber Sari saat ini sudah tidak ditemukan lagi, meski masih ada beberapa anak dengan kategori gizi kurang yang terus dipantau.
“Penanganan stunting sudah jauh lebih baik. Angkanya menurun signifikan, tinggal kami perkuat dari sisi edukasi dan pola makan,” katanya.
Sutarno juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Kukar yang menempatkan tenaga medis di tingkat desa. Kehadiran petugas kesehatan tersebut dinilai membuat pelayanan lebih cepat, terarah, dan mudah dijangkau warga.
“Tenaga medis dari kabupaten sangat membantu. Layanan kesehatan jadi lebih terpantau dan responsif,” ujarnya.
Dengan kolaborasi antara pemerintah desa, tenaga medis, kader kesehatan, dan masyarakat, Sutarno optimistis angka stunting di Sumber Sari dapat ditekan lebih jauh.
“Kami ingin kesehatan warga terus meningkat. Insyaallah, kalau semua tetap kompak dan peduli, stunting bisa ditekan sepenuhnya,” pungkasnya. (adv)


